Kenapa Para Nabi dan Syuhada Iri Pada Golongan Ini?

admin

Kenapa Para Nabi dan Syuhada Iri Pada Golongan Ini

Oleh Ustadz Alim Mahdi

Suatu ketika para sahabat dibuat penasaran tentang berita adanya sekelompok atau golongan orang, yang mereka ini membuat para Nabi dan Syuhada merasa iri.

Dalam sebuah Hadits riwayat Abu Daud, dari Umar Bin Khatab ra. Rasulullah bersabda:

إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ- لأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلاَ شُهَدَاءَ- يَغْبِطُهُمْ اْلأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى

Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah terdapat sekelompok orang yang mereka ini bukan para Nabi dan bukan pula Syuhada, namun posisi mereka di sisi Allah membuat para nabi dan Syuhada menjadi iri.

قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ

Para sahabat bertanya, beritahukan kepada kami, siapakah mereka itu ya Rasulullah?

قَالَ هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِرُوحِ اللَّهِ – عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ – وَلاَ أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا

Beliau menjawab: Mereka adalah sekelompok orang yang saling mencintai karena Allah, meskipun diantara mereka tiada ikatan persaudaraan dan tiada pula kepentingan materi yang memotivasi mereka.

فَوَاللَّهِ إِنَّ وُجُوهَهُمْ لَنُورٌ- وَإِنَّهُمْ عَلَى نُورٍ-
لاَ يَخَافُونَ إِذَا خَافَ النَّاسُ- وَلاَ يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ

Demi Allah, wajah mereka bercahaya, dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tidak takut manakala manusia takut, dan mereka tidak bersedih hati manakala manusia bersedih hati.

وَقَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ

Lalu Rasulullah SAW membacakan ayat :

(أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ)
(رواه أبو داود)

“Sesungguhnya wali-wali Allah itu, mereka tidak takut dan tidak pula bersedih hati.” (HR. Abu Daud).

Merekalah orang yang selalu menyambungkan silaturahim, saling menolong dan menutup aib saudaranya karena Alloh. Tidak saling menyakiti, tidak menghina, mencaci, apalagi menfitnah sesama muslim yang lain.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

Dalam riwayat lain, Dari Musnad Imam Ahmad, 5/243.
Dari Abu Malik Al-Asy’ary, bahwa suatu ketika, setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyelesaikan sholatnya, maka beliau menghadap ke arah orang-orang dan bersabda,

”Wahai manusia, dengarkan, pikirkan, dan amalkanlah. Sesungguhnya Allah azza wajalla memiliki hamba-hamba, yang mereka itu bukan para nabi dan bukan pula syuhada’, namun para nabi dan syuhada’ berharap seperti diri mereka, yang duduk bersanding dan dekat dengan Allah.“

Lalu datang seorang arab Badui di pinggir kerumunan orang-orang, lalu menunjukkan jarinya ke arah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata,
”Wahai nabi Allah, ada orang-orang yang mereka itu bukan nabi dan bukan pula syuhada’, yang para nabi dan syuhada’ itu berharap sekiranya seperti mereka, karena kedekatan mereka dengan Allah.

Beritahukanlah kepada kami bagaimana gambaran mereka? Wajah beliau tampak berseri karena pertanyaan orang Badui tersebut.

Maka beliau menjawab, ”Mereka adalah orang-orang yang tak pernah dikenal dan terasing dari keluarga dan kabilahnya. Mereka tidak diikat oleh hubungan kekerabatan, namun mereka saling mencintai karena Allah dan saling rukun. Allah meletakkan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya, lalu mendudukkan mereka di atasnya. Lalu Allah membuat wajah mereka dari cahaya, membuat pakaian mereka dari cahaya, membuat manusia heran terhadap mereka pada hari Kiamat, sementara mereka sendiri tidak heran. Mereka adalah para Wali Allah yang tiada ketakutan atas diri mereka, dan mereka tidak bersedih hati“.

 

Tinggalkan komentar