Cangkir Yang Cantik

Admin FOSS

Cangkir Cantik Ketua FOSS

(Nurul Laily – Ketua FOSS)

Seorang wanita paruh baya pergi belanja ke sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat sahabatnya. Kemudian mata wanita itu tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.

Saat ia mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. “Terima kasih untuk perhatiannya”.

Perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar hingga aku merasa pusing. Lalu menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Aku bertriak kencang. Tapi orang ini tak menghiraukanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, “Belum!”

Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu. Aku pikir selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin ternyata ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Lalu ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuatnya. Tapi, ia tidak peduli dan terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku di kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut  hampir tidak percaya karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.

Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat cantiknya diriku.

***

Ayah bunda, seperti itulah Allah membentuk kita. Memang sakit, tidaklah menyenangkan, penuh penderitaan, dan banyak air mata.

Tetapi, Ujian dan cobaan itu merupakan bentuk kasih Sayang Allah kepada kita. Itulah cara Allah membentuk kita agar menjadi lebih cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Salam Sukses, Hidup Mulia dan Bermartabat

Tinggalkan komentar